Artikel
by : Admin date : 03 April 2013
Peningkatan produktivitas lahan diantaranya dapat dilakukan melalui penerapan teknologi spesifik lokasi berdasarkan potensi sumberdaya domestik dengan memperhatikan aspek lingkungan. Peningkatan produktivitas di lahan sawah tadah.. Readmore
by : Admin date : 03 April 2013
Sejak direkrut oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2007 - 2009, peranan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP) menjadi amat strategis dalam melaksanakan tugas.. Readmore
by : Admin date : 04 April 2013
Pelaksanaan SRI padi organik secara umum menguntungkan para petani dari 3 hal yang meliputi antara lain: 1) Pendapatan petani meningkat 2) Lingkungan terpelihara kelestariannya   a. Penggunaan pupuk organik/kompos membuat struktur.. Readmore
by : bUyun9 date : 05 April 2013
Pendampingan..., kalau tidak ada pendampingan program tidak akan berhasil kata Dr. Achmad Suryana, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Hal itu.. Readmore
by : Admin date : 26 April 2013
Untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan khususnya perikanan budidaya secara optimal dan lestari memang tidak mudah, masih terdapat banyak kendala yang kita hadapi dari mulai kurangnya kualitas.. Readmore
by : Admin date : 02 Mei 2013
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan merupakan suatu proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan dan mengubah perilaku, sikap dan keterampilan pelaku utama pertanian, perikanan dan kehutanan sehingga.. Readmore
by : Admin date : 31 Oktober 2014
Pengembangan Program Sejuta Kakao Ketua Komisi Penyuluh Provinsi Gorontalo, Prof. DR. Ir. Mahludin Baruwadi, MS menyampaikan bahwa terkait dengan kebijakan yang dilakukan Bupati Boalemo tentang gerakan.. Readmore
by : Admin date : 31 Oktober 2014
Bupati : Wahan Pererat Antara Petani Dan Penyuluh TILAMUTA – Sebagai daerah yang menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggulan, Kabupaten Boalemo melalui kebijakan pemerintah terus berupaya.. Readmore
by : Admin date : 29 Januari 2015
JAKARTA - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Winny Dian Wibawa, menerima kehadiran Kelompok Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA),.. Readmore
Gallery

DIKLAT TEKNIS PAJALE BERBASIS GAP GHP DAN GMP BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA TAHUN 2015
Date 17 Juni 2015 Post by Admin

Dalam rangka pencapaian target produksi padi, jagung, dan kedelai, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sub sektor lingkup pertanian dan lintas sektor serta antar wilayah. Kegiatan budidaya tanaman, panen, penanganan pascapanen dan pengolahan hasil padi, jagung dan kedelai merupakan tahapan yang penting dalam pencapaian peningkatan produksi pertanian. Seluruh tahapan ini akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produk. Untuk itu diperlukan budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), penanganan pascapanen yang baik atau Good Handling Practices (GHP) dan pengolahan hasil yang baik atau Good Manufacturing Practices (GMP). Untuk itu sangat diperlukan sumber daya manusia pertanian khususnya Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang kompeten melalui pendidikan dan pelatihan. Guna meningkatkan eskalasi Upsus (upaya khusus) swasembada pangan pajale (padi, jagung, kedelai), Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Provinsi Gorontalo melatih Penyuluh Pertanian dan Babinsa. Kegiatan yang diberi label "Pendidikan Dan Pelatihan Teknis Budidaya Padi, Jagung Dan Kedele bagi Penyuluh Pertanian dan Babinsa" Berbasis GAP, GHP dan GMP dibagi ke dalam 6 (enam) angkatan, yang diikuti oleh 180 peserta, dan berlangsung pada 10-16 Juni 2015. Dalam keterangannya, Ketua Panitia, Reliyanto Mamonto, SP, M.Si menjelaskan, "Sementara upsus berjalan, dinamika masyarakat petani, perlu penguatan tenaga pendamping, dalam hal ini teman-teman dari TNI. Oleh karena itu materi yang diberikan dalam Diklat ini bukan hanya budidaya, melainkan juga aspek lainnya yang perlu dikuasai oleh pendamping." Materi yang dilatihkan adalah perakitan teknologi dengan kajian kebutuhan peluang (KKP), teknik fasilitasi dalam sinergi melaksanakan LAKU (latihan dan kunjungan), penyusunan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), penggalian data kalender tanam, identifikasi potensi padi, budidaya pengolahan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), panen dan pasca panen. Kegiatan pelatihan ini bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo, BPSB Provinsi Gorontalo dan BPTPH Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini adalah bagian dari realisasi kerjasama antara Kementan dengan Panglima TNI dalam rangka menyukseskan swasembada pangan, khususnya untuk padi, jagung dan kedelai.

Penulis : Lukman Hairun, STP

KJF BP4K Kab. Bone Bolango

BERITA LAINNYA

Copyright © 2013 SEKRETARIAT BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN PROVINSI GORONTALO All Rigts Reserver.